Berhentilah Mengajukan Pertanyaan "Kapan Nikah?"

Ada satu pertanyaan yang terkadang membuat orang yang masih sendiri atau orang yang belum punya momongan yang bikin sedih dan males untuk menjawabnya yaitu "Kapan nikah?", "Kapan nyusul?" atau "Kapan punya momongan?"

Pernah mengalami pertanyaan tersebut? Biasanya pertanyaan ini akan melayang pada saat acara-acara tertentu, seperti kumpul keluarga, khususnya saat Idul Fitri, hajatan pernikahan atau saat ada reunian dengan teman-teman lama. Atau juga saat nongkrong bersama tetangga.

Bagi yang suka melayangkan pertanyaan tersebut, pernahkan terbayangkan jika kamu berada di posisi orang yang ditanya? Dan pernahkan terbersit dalam pikiran bagaimana rasanya dihujam dengan pertanyaan tersebut?
Pertanyaan horor kapan nikah

Sebaiknya mulai sejak sekarang STOP mengajukan pertanyaan-pertanyaan bodoh tersebut pada orang yang masih jomblo atau yang belum punya anak.

Karena sejatinya pertanyaan tersebut justru malah menambah rasa sedih terhadap mereka. Alih-alih mengajukan pertanyaan tersebut untuk memberikan perhatian justru malah melukai hatinya.

Pertanyaan ini terkadang bisa membatin dalam hati sehingga malas makan dan susah tidur karena kepikiran hal tersebut.

Boleh mengajukan pertanyaan "kapan nikah?" jika kamu mau mencarikan calonnya atau mau membantu biaya pernikahannya. Ini baru bisa membantunya memberikan solusi.

Karena orang yang belum menikah itu bukannya dia gak mau atau menunda-nunda, tapi terkadang mereka sudah berusaha dengan maksimal hanya saja belum berhasil.

Kecuali memang bagi orang yang memiliki kelainan dalam ketertarikan terhadap lawan jenis. Ini beda lagi.

Cepatnya seseorang menikah bukan karena dia benar-benar mampu menjemput jodohnya dengan cepat, tapi Allah lah yang mempercepat mempertemukan jodohnya.

Dan yang lambat menikah pun demikian, bukannya dia malas atau tidak berusaha, tapi Allah lah yang menunda sementara untuk mempertemukan dia dengan jodohnya.

Jodoh itu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Cepat atau lambat Allah lah yang telah menentukannya. Setiap orang membawa takdirnya masing-masing.

Jadi jangan pernah sombong dan menganggap diri mampu lebih cepat menjemput jodoh, kemudian mengolok-olok yang telat mendapatkan jodohnya.

Begitu juga kepada orang yang sudah punya anak, jangan sampai mengolok-olok orang yang belum dikaruniai momongan. Jangan sampai keluar kata-kata yang justru makin menyakiti perasaannya.

Bukan karena kamu yang subur dan mampu membuat anak dengan mudah. Tapi Allah yang mentakdirkan kamu mudah punya anak.

Jika kamu merasa cepat menemukan jodoh atau mampu membuat anak dengan lebih mengandalkan kemampuanmu sendiri, bukankan itu termasuk syirik?

Karena bukan kemampuanmu lah yang membuatmu mampu, tapi Allah lah dibalik semua kemampuan itu.

Untuk itu wahai kawan, berhentilah mengajukan pertanyaan yang sensitif ini kepada orang lain yang belum mampu melakukan apa yang kamu mampu. Supaya tidak menambah dosa.

Berhentilah menanyakan masalah takdir yang Allah berikan kepada orang lain karena orang yang ditanya pun tak tahu jawabannya.

Bukankah menyakiti perasaan orang lain itu termasuk dosa yang seharusnya kita hindari?

Bukankah diam itu lebih baik daripada mengeluarkan ucapan yang justru malah menyakiti perasaan orang lain?

Carilah topik obrolan lain yang lebih bermanfaat daripada menanyakan sesuatu yang justru menyakiti perasaan orang lain apalagi yang tidak memberikan sebuah solusi apapun padanya.
Next Post Previous Post
2 Comments
  • Sonic
    Sonic January 16, 2020 at 1:22 PM

    Betul sekali. Enteng diucapkan tapi sakit bagi yang ditanya

    • Kang Arif
      Kang Arif January 27, 2020 at 8:07 PM

      Iya...begitulah

Add Comment
comment url